Arief Komarudin dan Aksinya Membersihkan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung

Pendidikan
Sumber Foto: Ilustrasi AI Nakaupdate.com

NakaUpdate.com- Nama Arief Komarudin belakangan ini semakin dikenal publik, terutama di media sosial. Ia bukan pejabat, bukan pula ilmuwan, melainkan seorang warga biasa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, khususnya Sungai Ciliwung di Jakarta. Lewat aksinya menangkap dan membersihkan ikan sapu-sapu, Arief berhasil menarik perhatian banyak orang sekaligus mengangkat isu penting tentang kerusakan ekosistem sungai.

Arief sebenarnya sudah akrab dengan sungai sejak kecil. Ia tumbuh di sekitar bantaran Ciliwung dan terbiasa menangkap ikan sebagai aktivitas sehari-hari. Namun, seiring waktu, ia menyadari perubahan yang cukup drastis. Ikan-ikan konsumsi yang dulu mudah ditemukan mulai menghilang, digantikan oleh ikan sapu-sapu yang jumlahnya semakin banyak.

Kondisi ini memunculkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran. Dari situlah Arief mulai mempelajari lebih dalam tentang ikan sapu-sapu. Ia menemukan bahwa ikan ini termasuk spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Populasinya yang tidak terkendali bisa mengancam keberadaan ikan lokal serta merusak lingkungan perairan.

Tidak berhenti pada pengamatan, Arief kemudian turun langsung ke sungai untuk menangkap ikan sapu-sapu. Ia menggunakan cara sederhana seperti menjala, bahkan bisa mendapatkan puluhan ekor dalam sekali turun ke air. Aktivitas ini dilakukannya secara rutin, bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Menariknya, apa yang dilakukan Arief awalnya hanya sekadar kegiatan pribadi. Namun sejak 2025, ia mulai membagikan aktivitas tersebut melalui media sosial. Kontennya pun viral dan mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak orang yang kemudian mulai mengenal persoalan ikan invasif dan pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Meski dikenal sebagai “pemburu ikan sapu-sapu”, Arief tidak serta-merta mengajak semua orang melakukan hal yang sama. Ia justru mengingatkan bahwa aktivitas di sungai memiliki risiko tinggi dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Menurutnya, langkah paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah dan limbah ke sungai.

Bagi Arief, masalah Ciliwung bukan hanya soal ikan sapu-sapu. Ia menilai persoalan utama justru berasal dari pencemaran, seperti sampah dan limbah yang terus masuk ke aliran sungai. Kehadiran ikan sapu-sapu memang memperparah kondisi, tetapi bukan satu-satunya penyebab kerusakan ekosistem.

Lebih jauh, Arief juga mendorong adanya solusi jangka panjang, termasuk penelitian untuk mencari nilai ekonomi dari ikan sapu-sapu. Dengan begitu, pengendalian populasi bisa dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada penangkapan semata.

Apa yang dilakukan Arief Komarudin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal kecil. Dari hobi sederhana, ia mampu menciptakan gerakan yang berdampak luas. Aksinya menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.